Elemen ‘Kritisi’ Dugaan Kebocoran Anggaran APBD di Lampung Utara

188

Bandar Lampung – Penggiat Anti Korupsi dan Transparansi serta Elemen Pers yang tergabung dalam ‘ Gerakan Masyarakat Peduli Lampung Utara ‘.

Gerakan kerakyatan tersebut terbangun oleh beberapa organisasi seperti PGK ( Perkumpulan Gerakan Kebangsaan ) , Matta Institute serta DPW Himpunan Pewarta Indonesia.

Hal yang menjadi sorotan utama adalah seputar Anggaran Negara dan produk kebijakan yang diduga ‘Melawan Hukum’ serta tidak pro rakyat,seperti dilansir portal berita www.inspirasipost.com ( jaringan media Hot News.iD ) beberapa waktu lalu.

Eko Widiansyah,Spd selaku koordinator gerakan ini saat memberikan keterangan pers nya kepada awak media mengatakan, Sangat ironi sekali ditengah kondisi perekonomian masyarakat yang sedang dalam titik terendah , Pemerintah Kabupaten Lampung Utara , Kami nilai berdasarkan hasil investigasi maupun kajian bersama , diketemukan banyak sekali kebocoran Anggaran Negara serta produk kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.” Tegas aktivis muda yang dikenal kritis ini.

Lebih lanjut Bung Eko sapaan akrab aktivis muda ini menambahkan ,

” Hasil temuan dan beberapa material dugaan ‘Konspirasi Jahat’ yang telah dilakukan oleh oknum oknum penyelenggara negara di Kabupaten Lampung Utara , akan kami laporkan kepada stake holder hukum di Propinsi Lampung hingga kebtingkat Nasional ( KPk , Kejagung dll ) , ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai putra daerah yang ingin Kabupaten Lampung Utara lebih baik dan melakukan pembenahan serta bersama memerangi kejahatan luar biasa ini ( Extra Ordinari Crime ).” Tutup aktivis yang dikenal familiar ini.

Disisi lain , Yudha Saputra , Peneliti Senior Matta Institute yang juga Ketua DPW Himpunan Pewarta Indonesia ( DPW HPI ),  Lampung saat memberikan keterangannya di ruang diskusi kerakyatan di Bandar Lampung mengatakan,

” Kami support total dalam segala hal terkait tata kelola Anggaran Negara yang disinyalir penuh dengan dugaan ‘Mark Up’ di Lampung Utara, Hingga tingkat nasional nanti.” tegas aktivis yang dikenal kritis ini.” ( Redaksi )

Facebook Comments