Matta Institute ‘Desak’ Bawaslu Lampung Tengah , Diskualifikasi Pasangan Musa Ahmad dan Ardito Wijaya Terkait ‘Money Politik’

1232
LAMPUNG TENGAH,-Merebaknya kejahatan ‘Money Politik’ pada pemilihan kepala daerah ( Pilkada ) Kabupaten Lampung Tengah , menjadi preseden buruk prosesi pilkada , Pasalnya Tim Satgas Partai NasDem anti money politik pilkada Lampung Tengah (Lamteng) kembali mengamankan 2 (dua) orang pelaku yang diduga melakukan aksi kejahatan tersistematis, 06/12.
Miswan Rodi , Ketua Tim Satgas Anti Money Politik Partai Nasdem Kabupaten Lampung Tengah
Miswan Rodi, Ketua Tim Satgas Partai NasDem anti money Politik Pilkada Lamteng saat memberikan keterangan nya kepada awak media mengatakan,

” Ini komitmen kami dalam menciptakan proses pemilihan kepala daerah yang bersih dari money politik , Hingga tik mengamati gerak gerik terduga pelaku , yang disayangkan juga merupakan anggota PPS 27 (panitia pemungutan suara) Bandar Jaya Barat lingkungan V (lima).” tegas pria yang dikenal tegas ini.

Miswan menambahkan,  Hingga tim kami berhasil mengamankan 2 orang terduga pelaku kejahatan politik uang , yaitu saudara M dan AH. Saudara AH ini merupakan anggota PPS 27.

“Mereka diperintah saudara Ali, kemudian memgambil uang dirumah saudara Ulung dibelakang SMP 4 untuk dibagika diwilayah RT 03, M dikasih uang Rp. 1.250 (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk di bagikan ke 25 orang dan AH sebanyak Rp. 1.500 (satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk 30 orang.” tegas nya.

Berdasarkan caratan ini metupakan ketujuh kalinya Tim Satgas Besutan Partai Surya Paloh ini menangkap basah pelaku dan melapirkan aksi money politik yang merupakan tim paslon 02 yaitu Musa Ahmad – Ardito Wijaya.

“Siang ini, (Senin, 07/12/2020) akan ada lagi laporan dari beberapa kecamatan. Perbuatan paslon 02 ini sangat masif. Aksi money politik dari 02 ini sudah sampai melibatkan aparatur kampung dan anggota PPS, kita harus laporkan aksi kejahatan demokrasi paslon 02 ini,”

Yudha Saputra , Peneliti Matta Institute

Disisi Lain , Yudha Saputra ,  Aktivis Matta Institute saat dimintai pendapatnya mengatakan , Ini merupakan preseden buruk bagi perjalanan demokrasi , jelas dalam Undang Undang Pemilu , Money Politik merupakan pemicu lahirnya pemimpin yang bermental korup serta dapat merusak perjalanan terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik ( good govermance ) dan pemerintahan yang bersih ( clean governance ).” tegas aktivis yang dikenal kritis ini.

Yudha Saputra Menambahkan , Pihak Bawaslu dan elemen yang ada di Gakumdu harus dapat menjalankan fungsi nya dengan baik , berdasarkan data dan keterangan yang berhasil kami himpun , Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Hi.Musa Ahmad dan Ardito Wijaya tak selayaknya lagi menjadi peserta pilkada dengan kata lain ‘Diskualifikasi’ , jika pihak Gakumdu tak memerankan fungsi nya dengan baik , Matta Institute akan melaporkan hal tersebut ke DKPP.” tegas nya.

Untuk diketahui , Ini merupakan kejahatan ‘Money Politik’ yang kembali di lakukan oleh Tim Pasangan Musa Ahmad dan Ardito Wijaya , setelah sebelumnya juga terjadi hal yang sama. ( Redaksi )

Facebook Comments