Koalisi Gerakan Anak Bangsa ‘Menyoroti’ Kinerja Bawaslu Daerah Diduga ‘ Tidak Profesional ‘

401

Lampung Tengah – Carut Marut prosesi Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) 2020 di Kabupaten Lampung Tengah menjadi ‘Sorotan’ beberepa elemen anak bangsa yang berafiliasi dalam satu Koalisi yaitu ‘ Gerakan Anak Bangsa Republik Indonesia’ atau disingkat GERBANG RI.

Beberapa hal yang menjadi analisa serta kajian para peneliti dari Matta Institute , Praktisi Pers dari DPW Himpunan Pewarta Indonesia . Pengacara Muda dari Peradi , serta Elemen Masyarakat yang peduli dan menilai penyelenggaraan pilkada 2020 di Kabupaten Lampung Tengah, Banyak diketemukan pelnggaran tindak pidana pemilu seperti ‘Money Politik’ , Black Champaign serta Netralitas oknum penyelengara yang berpihak pada salah satu paslon.

 Yudha Saputra , Koordinator Kolektifitas Koalisi ‘ Gerakan Anak Bangsa Republik Indonesia ‘ ( GERBANG RI ) saat diwawancarai oleh Indomedia Network ( Jejaring HOT News.iD ) mengatakan, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang dengan sengaja membagi-bagikan uang, merupakan suatu perilaku yang tidak mendidik , bahkan sebaliknya hal tersebut menjadi salah satu celah untuk melegalkan praktek korupsi antara Paslon dan tim nya.

Jauh dari esensi dari nilai kampanye tidak ada nilai mendidik sama sekali itu, kalau misalnya ada bagi uang saja, itu sama saja dengan legalisasi praktek korupsi, dalam korupsi kan jelas yang memberi dan menerima sama-sama dapat dikenakan sanksi

” Memang tidak ada sanksi pidana dalam UU Pilkada tetapi, praktek politik uang tetap dapat dipidana dengan KUHP, atau jika aturan tentang penggunaan dana kampanye yang ilegal, dalam UU KUHP, yaitu pasal 149 ayat (1) dan (2) untuk menjerat pelaku politik uang.” tegas pria yang juga merupakan Ketua DPW HPI Lampung ini.

ETIKA MATERIL. Peraturan Bersama. KPU, Bawaslu, DKPP Nomor 13, 11, 1. Tahun 2012 Tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu. ASAS-ASAS. PENYELENGGARA PEMILU. 1) Kemandirian; 2) Kejujuran; 3) Keadilan; 4) Kepastian hukum; 5) Ketertiban; 6) Kepentingan umum; 7) Keterbukaan; 8) Proporsionalitas; 9) Profesionalitas; 10) Akuntabilitas; 11) Efisiensi; dan. 12) Efektifitas. Asas mandiri dan adil, Asas kepastian hukum, Asas kejujuran, keterbukaan, dan akuntabilitas, Asas kepentingan umum, Asas proporsionalitas, Asas profesionalitas, efisiensi, dan efektifitas. Dikelompokkan Dalam 6 Prinsip Dasar Etika dan Prilaku. DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU. REPUBLIK INDONESIA.

Untuk diketahui , Dalam Ayat 1 berbunyi “Barang siapa pada waktu diadakan pemilihan berdasarkan aturan-aturan umum, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap seseorang supaya tidak memakai hak pilihnya atau supaya memakai hak itu menurut cara tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling besar empat ribu lima ratus rupiah.

Sedangkan ayat 2 ”Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih, yang dengan menerima pemberian atau janji, mau disuap”

Sementara itu , Praktisi Muda Bidang Hukum dari Organisasi Lawyer , Rifky Aditya ,  yang merupakan sekretaris koordinator Koalisi Gerakan Anak Bangsa menambahkan, Jelas dalam UU No.8/201 telah diatur bagaimana aturan tentang Pemilihan Kepala Daerah Pilkada, tidak ada aturan pemberian sanksi pidana bagi para pelaku politik uang, dan hanya mengatur sanksi diskualifikasi kepesertaan untuk partai politik parpol ataupun calon Kepala Daerah.

” mengatakan tidak adanya sanksi pidana untuk praktik politik uang dalam UU Pilkada ini, tetapi ada ketentuan pembatalan calon kepala daerah jika terbukti di pengadilan melakukan tindakan itu. Jadi ini anomali nih, dilarang ada ketentuan sanksi dapat dibatalkan pencalonannya jika terbukti di pengadilan, tetapi tidak ada sanksi pidana dalam UU Pilkada, “ Tegas Adit Panggilan akrab Pengacara Muda ini.

Rifky aditya menambahkan ,KUHP dapat menjad salah satui pilihan untuk menjerat praktek politik uang, Praktek politik uang dalam pilkaa ini diperkirakan banyak dilakukan. Dalam Survei KPK di beberapa daerah menunjukkan 50% pemilih masih mempertimbangkan untuk menerima politik uang.( Redaksi )

Facebook Comments