Liburan Keluarga Di Danau Toba Berakhir Duka

275

Toba (Sumut), Hot-news.id,-Muhammad Abduh Pane (18) warga Jln Karyatani Gang Dulur No 27.F Lingk VIII Medan, Tewas tenggelam dikedalaman 6 Meter Air Danau Toba

Korban tenggelam tepatnya di sekitar depan Villa Tujutakke Desa Pardamean Ajibata Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, Minggu (7/3/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun, Awalnya korban sudah diajak kedua orang tuanya untuk  pulang lebih awal karena masih ada pesta keluarga di Medan.

Photo : Muhammad Abduh Pane dibawa ke ruang jenazah untuk dibersihkan sebelum dibawa pulang kerumah duka di Medan.

Diketahui korban sempat naik kedalam minibus yang dirental bersama rombongan keluarga itu, namun Abdduh justeru sempat adu mulut dengan Mamaknya, hingga korban turun dari mobil tersebut, setelah Mamaknya mengatakan, turun aja kau, ‘mati kau disitu’.

 

Setelah korban turun, mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya itupun berangkat dari Ajibata, dan korban langsung mandi-mandi kembali ke Danau Toba.

Anehnya dari pihak rombongan keluarga yang masih tinggal menikmati sisa liburannya tidak ada yang mengetahui bahwa korban kembali mandi ke Danau Toba.

Beberapa saat kemudian, persis dekat jembatan jalan menuju FERY IHAN BATAK dan sekitar 400 Meter  dari Kantor Basarnas Ajibata, sejumlah anak tukang Ciling atau pencari koin di danau, melihat sesosok manusia terlentang dan masih mengambang di atas air.

Photo : Orangtua korban meratapi jasad anaknya setelah tiba di IGD RSU Parapat.

Melihat hal itu anak anak pencari koin tersebut terkejut dan berhamburan bergegas ke tepi danau.

Setibanya ditepi danau para anak itu menceritakan yang dilihatnya itu ke warga sekitar, kemudian oleh Warga langsung memberitahukan kepada Kapospol ajibata Ipda Siringoringo, selanjutnya Ipda Siringoringo meneruskan informasi kepada Basarnas Danau Toba yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Pihak Basarnas yang mendapat informasi langsung mengerahkan Tim guna melakukan pertolongan.

Photo : Ibu korban jatuh pingsan usai melihat anaknya terbujur kaku di RSU Parapat.

Tambunan dari basarnas mengatakan,Sekitar pukul 11:00 Basarnas menerima informasi dan langsung melakukan pencarian. Dia juga mengatakan kemungkinan korban sempat mengambang dari tkp awal yang disampaikan oleh anak anak itu,ungkap tambunan Orangtua korban kembali dari Tebing Tinggi.

Setelah jasad korba ditemukan, kedua orang tua Abduh (Ayah dan Ibunya) dihububgi oleh rombongan yang masih di Ajibata, karena dijadwalkan akan pulang sore. Setelah ditelepon, ternyata kedua ortu korban sudah sempat di kawasan Tebing menuju Medan, atau sekitar 2 Jam perjalanan dari Ajibata-Tebing.

Photo : jasad korban saat diangkat tim SAR Danau Toba dari lokasi kejadian.

Sekitar pukul 13.05 Wib, Kedua Orang Tua korban langsung ke RSU IGD Parapat, melihat kondisi anaknya.

Kesedihan pecah tatkala sang ibu mengingat apa yang dilontarkannya kepada anaknyanya itu, hingga ditemukan benar-benar mati dan jadi korban. “Ibu nya itu sempat marah dalam mobil,karena anaknya ini belum mau pulang dan ingin kembali bersama rombongan yang lainnya, korban turun dari mobil dan kembali mandi, dan itulah kenyataannya Ibu dan Ayahnya kembali datang dan balek sari Tebing, karena  mereka sudah sempat lintas Tebing menuju Medan, ujar salah seorang dari rombongan keluarga korban.

Setelah kedua orang tua korban tiba dan meratapi jasad anaknya dan Ibu korban jatuh pingsan, akhirnya kepergian anaknya itupun diiklhaskan, lalu dibersihkan ke ruang jenazah untuk dikremasi,  selanjuynya korban akhirnya pulang bersama orang tuanya setelah jadi mayat korban tenggelam di Danau Toba Ajibata.

“Janganlah kita memarahi anak kita dengan kata-kata yang tak lumrah, siapa tau jadi azab dan sial bagi yang kita marahi, itulah akibatnya penyesalan tiada guna, disaat omongan Ibu kandung jadi petaka, tak ada waktu yang bisa terulang kembali kecuali penyeselan yang me dalam”, Ujar salah seorang warga yang mengerumuni di RSU Parapat. (A.HG)

Facebook Comments