Mampukah Putra Bangka Belitung Pimpin PT Timah Tbk?

195

HOT-NEWS.ID, PANGKALPINANG, (BABEL) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Timah Tbk saat ini menjadi perhatian dan mendapatkan tanggapan dari masyarakat/publik negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung (Babel) yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 April mendatang. 

Diantaranya, Ketua Lembaga Adat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (LAM Babel) Prof DR Bustami Rahman juga ikut memberikan pendapat dan pandangannya terkait kondisi PT Timah Tbk selaku perusahaan BUMN yang dinilainya saat ini merugi dan persoalan sosial kemasyarakatan yang dengan kenal istilah ‘Social License To Operate’, justru mantan Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) menyampaikan pendapatnya bahwa ada beberapa faktor yang memiliki peran penting dalam memajukan usaha pada perusahaan tambang berkode TINS ini.

“Jika dalam ilmu akuntansinya tiga hal terpenting dalam perusahaan yakni Aset, Liabilitas Utang dan yang ketiga Penghasilan atau Keuntungan,” kata tokoh masyarakat Babel saat diwawancarai oleh reporter Kantor Berita Online (KBO) Babel, Kamis (31/3/2021) malam. 

Menurut pendapatnya, kondisi saat ini iklim usaha sektor perindustrian di negara Indonesia khususnya angka produksi tak lagi menggeliat lantaran kondisi pandemi Covid-19, termasuk para produsen biji timah menurutnya dimana-mana mengalami penurunan ditambah adanya kompetitor bisnis serupa.

Namun kondisi tersebut dianggapnya hal yang lumrah, terlebih bisnis atau usaha dibidang biji timah menurutnya ibarat air ada pasang surut. Meski begitu, biji timah dikatakanya sampai saat ini tetap dibutuhkan oleh dunia lantaran biji timah merupakan bagian dari bahan pembuatan produk elektronik maupun bahan produk lainnya.

Apalagi dikatakan Ketua LAMA Babel di negeri Serumpun Sebalai sendiri banyak kandungan mineral lainnya yang sangat berharga dan dibutuhkan dunia yakni logam tanah jarang atau disebut Rear Earth, sehingga diperlukan sumber daya alam yang mumpuni selain mengelola persoalan Sosial License To Operate.

Saat ini perusahaan tambang milik BUMN PT Timah bakal menggelar kegiatan Rapat Umum Pemegang Usaha (RUPS) tak menutup kemungkinan bakal adanya pergantian lini jajaran pimpinan pada BUMN ini. Namun, dalam hal ini sosok pimpinan itu tentunya harus masuk dalam lingkaran Situasi, Korporasi dan Resiko.

“Jadi dalam memanajemen suatu perusahaan itu (PT Timah – red) dibutuhkanlah orang-orang atau SDM yang smart atau cerdas. Artinya mampu melihat ke depan supaya PT Timah ini tidak dalam kondisi stag,” terangnya.

Photo : Kantor Perwakilan PT Timah Tbk di Jakarta

Lanjutnya, kriteria sosok pimpinan yang dimaksudnya tersebut yakni pemimpin yang mampu meningkatkan produksi biji timah dan pandai memanajemen perusahaan serta mampu mengelolah resiko perusahaan dan tanggap terhadap permasalahan sosial kemasyarakatan di setempat khususnya dalam kawasan wilayah Izin Usaha Penambangan (IUP).

Saat ini menurutnya lagi, pengelolaan potensi cadangan biji timah didalam IUP nya sangat menentukan untuk meningkatkan produksi biji timahnya, khususnya di wilayah perairan atau laut di kepulauan Bangka Belitung dibanding produksi wilayah darat.

Hanya saja kegiatan produksi biji timah di perairan Bangka Belitung tak jarang di lapangan bersinggungan atau berpolemik dengan dengan sosial kemasyarakatan dan kearifan lokal, antara lain dengan kepentingan pariwisata termasuk persoalan sosial lainnya dan lingkungan. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab tidak maksimal PT Timah Tbk mengexploitasi penambangan di wilayah IUPnya sehingga rendahnya angka produksi biji timah di perusahaan tambang tersebut.

“Belum lagi maraknya tambang-tambang liar yang tidak bekerja sama dengan PT Timah sehingga biji timah tersebut kerap diselundupkan oleh oknum pelaku tambang. Hal ini juga mempengaruhi merosotnya angka produksi PT Timah termasuk ulah para mafia timah,” jelasnya.

Photo : Kantor Pusat PT Timah Tbk di Pangkalpinang

Saham Untuk Masyarakat Babel & Royalti Perlu Dinaikan

Profesor ini mengungkapkan bahwa sebelumnya ia bersama Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman pernah mengunjungi Kementerian BUMN guna membicarakan persoalan PT Timah Tbk.

Saat pertemuan tersebut kata Bustami, ia dan Gubernur Babel mengusulkan agar sebagian saham BUMN tersebut diberikan kepada masyarakat Babel termasuk usulan royalti dinaikan dari angka sebelumnya menjadi 10 % (persen).

“Usulan yang kita utarakan saat itu saya namakan Strategi Kompensasi. Pasalnya selama ini kita tidak melihat kompensasi yang dilaksanakan oleh PT Timah tersebut. Jadi apa Kompensasi PT Timah ini terhadap masyarakat Bangka Belitung khususnya masyarakat non timah?,” ungkapnya.

Hal ini menurut ia sesungguhnya tak lain bertujuan agar sepeninggalan PT Timah ada manfaat bagi masyarakat Babel sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pasal 33.

Kembali disinggung soal SDM (Sumber Daya Manusia) dalam pandangannya dianggap mumpuni mengelola perusahaan plat merah ini (PT Timah), justru menurutnya SDM tersebut haruslah kompeten dalam hal teknis sebab hal ini menurutnya menyangkut masalah produrksi biji timah, termasuk bidang-bidang non teknis pun mesti dipegang oleh SDM yang memang ahli di bidangnya.

Photo : balok timah

“Termasuk putra daerah pun bisa direkrut namun mengikuti fit and profer test guna mencari High Human Resourse. Sebab mencari sosok pimpinam di PT Timah yang mempunyai visi ke depan tidaklah mudah dan paham mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan, Saya pikir di Bangka Belitung ini banyak SDM yang cerdas namun harus didampingi Komisaris yang handal,” Tutupnya. (Red-Rik) 

Facebook Comments