Izin Tersus PT. GLG Masih Dalam Proses Aktivitas Bongkar CPO Dipertanyakan

29

HOT-NEWS.ID Ketapang (Kalimantan) – Sejumlah kalangan di kabupaten Ketapang,mempertanyakan legalitas penggunaan Pelabuhan PT GLG, yang bergerak di bidang jasa bongkar CPO terletak Didesa Sungai awan kanan kecamatan muara Pawan kabupaten Ketapang.

Dermaga aweng

 

Perkebunan Kelapa Sawit PT BGA,  yang menggunakan sarana pelabuhan dimaksud, dalam kegiatan bongkar minyak kelapa sawit, atau lebih dikenal dengan sebutan Crude Palm Oil (CPO) yang sering kali menggunakan pelabuhan PT GLG yang mana izin legalitas tersebut sampai saat ini belum pernah mengatongi dokumen tersus (12/9/2021).

“Akan tetapi, sudah beberapa tahun  perusahaan itu sudah berjalan menggunakan Pelabuhan tersebut. Padahal, mereka belum mengantongi izin di perairan kawasan Pelabuhan itu,” ungkap  sumber dari beberapa warga masyarakat, yang tidak mau namanya untuk di publikasi.

Menurutnya, penggunaan pelabuhan berikut kawasan perairannya tanpa mengantongi izin, merupakan tindak pidana, karena melanggar aturan main. Dalam hal ini, yang berwenang adalah Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), yang memiliki fungsi sebagai penyidikan dan penegakan hukum, sesuai Undang-Undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

 

“Dalam hal penegakan hukum, KPLP dapat melakukan dengan dua cara, yakni administrative dan pidana, sesuai amanah undang-undang,” sebutnya.

Tanpa Dokumen Tersus PT GLG Terus Beroperasi Polres Ketapang Diduga Lakukan Pembiaran.

Aktifitas pengangkutan CPO di Terminal Khusus (Tersus) milik PT GLG Ternyata Samapai saat ini Belum ada izin legalitas yang jelas semuanya masih dalam proses: Di Desa Sungai awan kanan Kecamatan muara Pawan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat.

“Fasilitas  PT GLG  dimanfaatkan oleh para oknum yang  berkepentingan pribadi, untuk melakukan pengangkutan CPO diketahui belum memiliki izin Terminal Khusus (Tersus), yang menjadi syarat utama legalnya fasilitas Terus untuk beroperasi.

Sementara itu pihak Polres Ketapang dinilai melakukan pembiaran atas aktifitas ilegal yang di lakukan PT GLG di sekitar areal kota Ketapang.

“Berdasarkan keterangan beberapa orang pekerja yang ditemui di lapangan, PT (GLG) ternyata hanya bertindak sebagai pemegang IUP, namun aktifitas bongkar yang dilakukan berjalan lancar di lokasi IUP PT  GLG tersebut tidak menggunakan dokumen tersus. (Red/Ramajoon)

Facebook Comments