Janda Rentan Ini Rumahnya Mau Roboh, Pemda Garut Kok Diam ya?

22
Desa Jatiwangi kecamatan pakenjeng kabupaten garut,

HOT-NEWS.ID Jawa Barat (Garut) – Saat itu terlihat sedang melintas seorang tokoh masyarakat kampung pangalihan RT. 001 RW. 001 Desa Jatiwangi kecamatan pakenjeng kabupaten garut, datang menghampiri awak media yang sedang beristirahat disebuah warung kopi, dan memberikan informasi, bahwa di kampung tersebut ada seorang ibu yang keadaanya sangat tidak mampu, sekira pukul 09.20 Wib, Kamis (7/10/2021). 


Desa Jatiwangi kecamatan pakenjeng kabupaten garut,


Saking kelewat miskinya sampai – sampai rumah yang ditempatinya nyaris mau roboh, dan di bantu dengan tiang bambu sebagai penyangga agar tidak ambruk. Pemiliknya bernama yanah, dia hidup seorang diri semenjak suaminya meninggal dunia beberapa tahun silam.

Perlu diketahui oleh khalayak, jika melihat dengan kasat mata keluarga ini sangat layak untuk menerima program bantuan dari pemerintah, seperti halnya program bantuan perumahan swadaya (BSPS) dan rumah tidak layak huni (RUTILAHU) yang saat ini kegiatan tersebut dikelola oleh dinas perumahan dan pemukiman (DISPERKIM) kabupaten garut.

Seharusnya pengurus setempat seperti ketua RT dan ketua RW Peka terhadap persoalan yang sedang dialami oleh warganya, untuk itu awak media menyarankan agar di ajukan ke pemerintah desa jatiwangi, jawaban RT/RW setempat sudah di laporkan ke desanya. Sebaliknya kepala desa jatiwangi menjawab laporan pengurus tersebut dengan simple, belum ada kuwota ujar sang RT dengan nada kecewa.

sungguh ironis jawaban kades Jatiwangi ini, jika diperhatikan saat ini yang namanya bantuan oleh pemerintah baik melalui dinas, maupun yang langsung masuk Kedesa begitu besar dan dapat dialokasikan untuk bermacam macam kegiatan, bahkan jika memang diperlukan dapat dibiayai melalui anggaran dana desa (DD), tetapi masyarakat seperti ibu yanah yang hidup sebatangkara, dan penuh dengan kekurangan ini dibiarkan terlantar begitu saja.

Setiap harinya ibu yanah bekerja serabutan untuk dapat bertahan hidup, dengan ditayangkanya berita ini diharapkan, baik kepada pemerintah, mulai dari tingkat desa,  kecamatan, maupun kabupaten bahkan donatur agar berkenan mengulurkan tangannya membantu memperbaiki rumah yanah agar layak untuk dihuni, sehinga ibu yang sebatang kara ini bisa merasa tenang jika berada di dalam rumahnya.

Dapat kita bayangkan perasaan cemasnya dikala musim penghujan tiba, pasti rumah ini nyaris tidak ada tempat yang kering di dalamnya, ketika ada angin kencang pastilah pemiliknya ketakutan karena kondisi rumah sudah dalam katagori rusak berat.

Dalam kesempatan terakhirnya, dengan nada lirih penuh dengan linangan air mata, ibu yanah menambahkan, bukanya tidak ada niat untuk memperbaiki tempat tinggalnya, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk dapat makan sehari hari saja  sangatlah sulit, karena saya tidak ada pekerjaan yang menentu ujarnya lirih. Saya hanya berharap suatu saat nanti ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumahnya agar layak untuk dihuni pungkasnya.

Melihat dan mendengar begitu susahnya kaum marginal mendapatkan perhatian dari pemerintah, melalui berita ini berharap agar pemerintah kabupaten Garut khususnya dapat segera mengambil langkah kongkret, melakukan kroschek langsung kelapangan, dan segera memperbaiki rumah ibu Yanah.

Agar sesuatu yang tidak diinginkan dapat dihindari, contoh seperti rumah ambruk saat penghuninya sedang dalam keadaan tertidur, sedangkan semua tahu bahwa rumah tersebut sudah tidak layak lagi untuk dihuni. (Red/Ramajoon)

Facebook Comments